Selasa, 18 Mei 2010

SCH W960, ponsel 3D pertama


Samsung meluncurkan ponsel layar 3 dimensi pertamanya. Ponsel bernama AMOLED 3D atau SCH W960 ini menyajikan gambar 3D tanpa bantuan alat kacamata.

Ponsel dengan navigasi layar sentuh tersebut memiliki tombol khusus yang memungkinkan gambar 2D diubah menjadi 3D. Selain itu ada kapabilitas kontrol dengan gerakan, misalnya untuk mematikan suara, pengguna cukup menggerakkan ponsel ke arah bawah.

Selain layar 3 dimensinya itu, spesifikasi ponsel ini sepertinya standar saja layaknya smartphone kebanyakan. SCH W960 mengusung user interface TouchWiz 2.0, kamera 3,2 megapiksel dan multitasking.

Bagi para penggemar TV mobile, disediakan pula penerima TV built in. Ponsel yang cukup inovatif ini bakal segera dipasarkan di Korea Selatan melalui operator setempat.

Sayangnya belum ada informasi soal harganya dan apakah ponsel ini juga akan menyambangi pasar global. Demikian seperti dikutip detikcom dari Independent, akhir pekan lalu.(Harian Jogja Cetak)

Android, OS mobile yang memukau


Memaksimalkan fungsi ponsel, kini tidak hanya mempertimbangkan fitur dan spesifikasi. Sistem operasi ponsel pun turut menentukan, seberapa besar pengguna mampu mengoptimalkan fungsi ponsel yang dimiliki.

Beberapa waktu belakangan ini, ponsel dengan sistem operasi Android sedang ramai dibicarakan, namun tidak semua orang dapat memahami, apa yang dimaksud dengan Android.

Menurut Bramastyo, IT Support dari Indosat, Android adalah sebuah sistem operasi yang dimiliki ponsel, “hampir sama seperti Linux, namun ini dikembangkan oleh Google,” ujar pria yang kerap dipanggil Bram ini.

Berbeda dengan ponsel dengan sistem operasi biasanya, pengguna dapat merasakan sensasi yang sebelumnya tidak dapat dinikmati ketika memegang ponsel Android. Android dikembangkan dengan konsep open source, sehingga pengguna dapat menambahkan sendiri aplikasi-aplikasi yang diinginkan kedalam ponsel Androidnya.

Aplikasi-aplikasi tersebut dapat diunduh secara gratis maupun terkena biaya melalui internet. “Secara resminya, pengguna bisa belanja aplikasi di Android Market, di sana akan tersedia sekitar 42.000 jenis aplikasi untuk ponsel Android,” ujar Bram.

Tidak hanya fasilitas menambah aplikasi, pengguna Andorid pun bisa memperbaiki sistem operasi ponsel yang dimiliki. “Namanya proses rooting, yaitu proses yang memungkinkan kita untuk mengganti sistem operasi bawaan ponsel,” ujar pria lulusan salah satu akademi komputer ini. Selanjutnya, jika proses rooting sudah selesai, pengguna dapat merubah sendiri sistem operasi bawaan dari ponselnya.

Dalam kasus ini Bram memberi contoh pada menu kalkulator. “Misalkan menu kalkulator bawaan ponsel ga lengkap, kita bisa perbaiki kalkulator tersebut dengan membeli aplikasinya di Android Market,” ujarnya. Hasilnya, tampilan kalukaltor ponsel pengguna Android bisa ber beda dengan ponsel lainnya.

Bayangkan jika setiap sistem operasi pada ponsel dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan dan selera penggunanya, tentunya akan sangat menyenangkan bisa menggunakan ponsel yang berbeda dari biasanya dan lebih terkesan pribadi.